Kesehatan seorang anak sangat penting jika dibandingkan dengan kesehatan kita sendiri kan sob?karena rasa sayang yangnbegitu besar kepada anak sehingga kita sebagai orang tua harus tahu benar tentang tips-tips kesehatan terhadap anak.Nah kali ini admin akan berbagi artikel 10 gejala kesehatan yang sering terjadi pada anak anak dan cara mengatasinya yah sob.Disimak baik-baik yah sob.
1. Kurang Gizi / Malnutrisi
Banyak anak kekurangan gizi karena mereka tidak mendapatkan cukup makanan.Atau jika mereka hanya mendapatkan makanan yang kurang kandungan gizinya,
misalnya makanan dengan banyak air dan serat di dalamnya,
seperti ubi kayu,talas akar atau bubur jagung.Makanan jenis
ini hanya membuat anak-anak menjadi kenyang dan tidak
memenuhi kebutuhan zat gizi untuk pertumbuhannya.
Kadang-kadang pada anak ditemukan kekurangan zat-zat gizi
tertentu, seperti kekurangan vitamin A, yodium, dan lain-lain.
Malnutrisi dapat menyebabkan berbagai masalah pada anak,
termasuk:
Dampak Biasa Yang Terjadi:
.pertumbuhan lambat
.perut bengkak
.tubuh kurus
.kehilangan nafsu makan
.kehilangan energi
.pucat (anemia)
.luka di sudut-sudut mulut
.sering pilek dan infeksi lainnya
.rabun ayam
Dampak Yang Serius:
.berat badan tidak bertambah
.pembengkakan kaki (kadang-kadang muka juga)
.bintik hitam, 'memar', atau buka mengupas luka
.rambut menipis atau bahkan rontok
.kurangnya keinginan untuk tertawa atau bermain
.luka dalam mulut
.kecerdasan tidak berkembang
.mata kering' (xeroftalmia)
.kebutaan
Mencegah dan mengobati masalah kekurangan gizi pada
anak-anak sebenarnya cukup mudah, yaitu dengan
memberikan makanan bergizi secara cukup, atau cobalah
untuk memberinya lebih banyak / sering makan. Selain itu
penambahan (fortifikasi) zat-zat nutrisi esensial misalnya zat
besi, kalsium, vitamin, protein dll pada makanan juga sangat
baik untuk memenuhi kekurangan zat tersebut. Usahakan
selalu berpedoman pada pola 4 sehat 5 sempurna dalam
memenuhi makan anak-anak.
2. Diare dan Disentri
Diare pada anak dapat ditandai dengan frekwensi buang air
besar lebih dari 4 kali pada bayi dan lebih dari 3 kali pada
anak. Bahaya terbesar bagi anak-anak dengan diare adalah
dehidrasi, atau kehilangan terlalu banyak cairan dari tubuh.
Hal ini akan bertambah bahaya jika disertai muntah-muntah.
Bayi dan balita yang diare membutuhkan lebih banyak cairan
untuk mengganti cairan tubuh yang hilang melalui tinja dan
muntah. Pemberian cairan yang tepat dengan jumlah memadai
merupakan modal utama mencegah dehidrasi. Cairan harus
diberikan sedikit demi sedikit dengan frekuensi sesering
mungkin. Oralit merupakan rumus manjur untuk mengatasi
diare pada anak.
Jika anak dalam masa pemberian ASI, lanjutkan pemberian
ASI, tetapi juga perlu ditambahkan cairan / minum agar tidak
mengalami dehidrasi. Bahaya besar kedua untuk anak-anak
yang terkena diare adalah kekurangan gizi. Berikan anak
makanan bergizi.
3. Demam
Anak dikatakan demam jika suhu tubuhnya melebihi dari
37,5°C waktu diukur dengan termometer. Pada anak-anak
kecil, demam tinggi (lebih dari 39°C) dapat dengan mudah
menyebabkan kejang atau kerusakan otak.
Untuk menurunkan demam, dapat dilakukan beberapa hal:
- Kompres dengan air hangat
Si anak dapat dikompres dengan handuk yang dibasahi
dengan dibasahi air hangat (30ºC) kemudian dilapkan seluruh
badan. Penurunan suhu tubuh terjadi saat air menguap dari
permukaan kulit. Oleh karena itu, anak jangan “dibungkus”
dengan lap atau handuk basah atau didiamkan dalam air
karena penguapan akan terhambat. Tambah kehangatan
airnya bila demamnya semakin tinggi. Dengan demikian,
perbedaan antara air kompres dengan suhu tubuh tidak terlalu
berbeda. Jika air kompres terlalu dingin akan mengerutkan
pembuluh darah anak. Akibatnya, panas tubuh tidak mau
keluar. Anak jadi semakin menggigil untuk mempertahankan
keseimbangan suhu tubuhnya.
.Berikan Obat Pereda Demam
Perawatan paling efektif untuk demam adalah menggunakan
obat penurun panas seperti parasetamol atau ibuprofen.
Terdapat berbagai macam sediaan di pasaran seperti: tablet,
drops, sirup, dan suppositoria. Pengobatan ini dapat
mengurangi ketidaknyamanan anak dan menurunkan suhu 1
sampai 1,5 ºC. Sedangkan Aspirin tidak direkomendasikan
untuk anak di bawah 18 tahun karena dapat menyebabkan
efek samping penyakit serius yang disebut sindrom Reye, meskipun angka kejadian penyakit ini jarang.
.Berikan Banyak Cairan Seperti Air Putih Dan Yang Lainnya
Demam pada anak dapat meningkatkan risiko terkena
dehidrasi (kekurangan cairan). Tanda dehidrasi paling mudah
adalah berkurangnya kencing dan air kencing berwarna lebih
gelap daripada biasanya. Maka dari itu, orang tua sebaiknya
mendorong anak untuk minum cairan dalam jumlah yang
memadai. Anak dengan demam dapat merasa tidak lapar dan
sebaiknya tidak memaksa anak untuk makan. Cairan seperti
susu (ASI atau sapi atau formula) dan air harus tetap
diberikan atau bahkan lebih sering. Anak yang lebih tua dapat
diberikan sup atau buah-buahan yang banyak mengandung
air. Bila anak tidak mampu atau tidak mau minum dalam
beberapa jam, orang tua sebaiknya diperiksakan ke dokter.
.Istirahat Harus Cukup
Demam menyebabkan anak lemah dan tidak nyaman. Orang
tua sebaiknya mendorong anaknya untuk cukup istirahat.
Sebaiknya tidak memaksa anak untuk tidur atau istirahat atau
tidur bila anak sudah merasa baikan dan anak dapat kembali
ke sekolah atau aktivitas lainnya ketika suhu sudah normal
dalam 24 jam.
4. Kejang
Penyebab dari kejang pada anak-anak antara lain demam
tinggi, dehidrasi, epilepsi, dan meningitis. Jika anak
mengalami demam tinggi, segera redakan agar tidak kejang.
Periksa tanda-tanda dehidrasi dan meningitis. Kejang yang
datang tiba-tiba tanpa demam atau tanda lainnya mungkin
epilepsi, terutama jika anak tampak biasa-biasa saja tanpa
menunjukkan ada gejala yang aneh. Kejang yang dimulai pada
rahang dan kemudian seluruh tubuh menjadi kaku mungkin
akibat tetanus.
Tanda-tanda kejang pada anak, di antaranya:
.kedua kaki dan tangan kaku disertai gerakan-gerakan kejut
yang kuat dan kejang-kejang selama 5 menit
.bola mata berbalik ke atas
.gigi terkatup
.muntah
.tak jarang si anak berhenti napas sejenak.
.pada beberapa kasus tidak bisa mengontrol pengeluaran
buang air besar/kecil.
.pada kasus berat, si kecil kerap tak sadarkan diri. Adapun
intensitas waktu kejang juga sangat bervariasi, dari beberapa
detik sampai puluhan menit.
5. Meningitis
Penyakit berbahaya ini bisa datang sebagai komplikasi dari
campak, gondok, atau yang lain yang serius penyakit. Anak-
anak dari ibu yang memiliki TB mungkin mendapatkan
meningitis TBC. Seorang anak yang sangat sakit yang terletak
dengan cara kepala miring kembali, yang leher terlalu kaku
untuk membungkuk ke depan, dan yang tubuhnya membuat
gerakan aneh (kejang) mungkin memiliki meningitis.
Gejala yang khas dan umum ditampakkan oleh penderita
meningitis diatas umur 2 tahun adalah demam, sakit kepala
dan kekakuan otot leher yang berlangsung berjam-jam atau
dirasakan sampai 2 hari. Tanda dan gejala lainnya adalah
photophobia (takut/menghindari sorotan cahaya terang),
phonophobia (takut/terganggu dengan suara yang keras),
mual, muntah, sering tampak kebingungan, kesusahan untuk
bangun dari tidur, bahkan tak sadarkan diri.
Pada bayi gejala dan tanda penyakit meningitis mungkin
sangatlah sulit diketahui, namun umumnya bayi akan tampak
lemah dan pendiam (tidak aktif), gemetaran, muntah dan
enggan menyusui.
Meningitis yang disebabkan oleh virus dapat ditularkan melalui
batuk, bersin, ciuman, sharing makan 1 sendok, pemakaian
sikat gigi bersama dan merokok bergantian dalam satu
batangnya. Mencuci tangan yang bersih sebelum makan dan
setelah ke toilet umum, memegang hewan peliharaan.
Menjaga stamina (daya tahan) tubuh dengan makan bergizi
dan berolahraga yang teratur adalah sangat baik menghindari
berbagai macam penyakit. Pemberian imunisasi vaksin
meningitis merupakan tindakan yang tepat terutama di daerah
yang diketahui rentan terkena wabah meningitis.
6. Anemia
Tanda-tanda umum pada anak-anak, antara lain:
.pucat, terutama di dalam kelopak mata, gusi, dan kuku
.lemah dan cepat lelah
.tampak seperti malnutrisi
.glositis berat (radang lidah disertai rasa sakit)
.diare dan kehilangan nafsu makan
Penyebabnya antara lain:
.kurang zat besi
.infeksi usus kronis
.cacing tambang
.malaria
Pencegahan dan Pengobatan:
Makanlah makanan yang kaya zat besi seperti daging dan
telur. Kacang, lentil, kacang tanah (kacang tanah), dan gelap
hijau sayuran juga memiliki beberapa besi.
Seringkali dijumpai adanya cacing tambang pada anak
anemia.
Jika anda mencurigai adanya cacing tambang, periksakan
feses anak di laboratorium. Jika ditemukan telur cacing
tambang, segera lakukan pengobatan untuk mengusir cacing
tambang ini.
Jika perlu, berikan garam besi dengan mulut (ferro sulfat).
Perhatian: Jangan memberikan zat besi dalam bentuk tablet
untuk bayi atau anak kecil karena bisa menyebabkan
keracunan. Sebaiknya berikanlah zat besi berupa cairan. Atau
menghancurkan tablet tersebut menjadi bubuk dan
mencampurnya dengan makanan.
7. Cacing dan Parasit lain
Jika salah satu anak dalam keluarga diketahui menderita
cacingan, semua anak dalam keluarga harus dirawat atau
diobati untuk memastikan hilangnya cacing.
Untuk mencegah infeksi cacing pada anak-anak :
.Jagalah kebersihan
.Gunakan jamban
.Jangan bertelanjang kaki
.Jangan makan daging mentah atau ikan mentah atau yang
setengah matang.
.Minum hanya air rebus atau murni.
8. Masalah kulit
Masalah kulit yang paling umum dijumpai pada anak-anak
antara lain:
.kudis
.terinfeksi luka dan impetigo
.kurap dan infeksi jamur lainnya
Untuk mencegah masalah kulit dapat dilakukan cara-cara
berikut yah sob:
.Yang paling utama: jagalah kebersihan
.Mandikan anak sesering mungkin yang bersih
.Pengendalian kutu busuk, kutu, dan kudis.
.Jangan biarkan anak-anak yang menderita kudis, kutu, kurap,
atau luka yang terinfeksi bermain atau tidur bersama dengan
anak-anak sehat.
9. Pink Eye (Conjunctivitis)
Pinkeye atau disebut juga konjungtivitis adalah selaput
membran jernih yang radang dan kemerahan yang meliputi
bagian putih pada mata dan membran pada bagian dalam
kelopak mata. Pinkeye paling umumnya disebabkan oleh
infeksi virus atau bakteri, meskipun alergi, bahan beracun dan
penyakit yang mendasarinya mungkin juga berperan.
Bersihkan kelopak mata dengan kain basah yang bersih
beberapa kali sehari. Gunakan salep mata antibiotik di dalam
kelopak mata 4 kali sehari. Jangan biarkan anak dengan mata
merah muda bermain atau tidur dengan orang lain. Jika dia
tidak tidak sembuh dalam beberapa hari, hubungi dokter atau
petugas kesehatan.
Hindari menyentuh daerah mata, dan cucilah tangan anda
sesering mungkin, terutama setelah menggunakan obat-
obatan untuk area tersebut. Jangan pernah berbagi handuk
atau saputangan, dan buanglah tisu-tisu segera setelah
digunakan. Ganti seprai dan handuk setiap hari. Gunakan
pembasmi hama pada semua permukaan, termasuk
permukaan konter, bak cuci dan tombol pintu. Buanglah
semua alat rias yang digunakan saat terinfeksi.
10. Pilek Dan Flu
Flu biasa, dengan hidung meler, demam ringan, batuk, sering
sakit tenggorokan, dan kadang-kadang diare adalah sering
tapi bukan masalah serius pada anak. Berikan banyak cairan
pada anak. Biarkan anak banyak istirahat atau tidur. Berikan
makanan bergizi dan buah-buahan agar anak-anak terhindar
pilek dan cepat sembuh.
Jika seorang anak yang menderita flu menjadi sangat sakit,
demam tinggi, pernapasan cepat, mungkin si anak menderita
pneumonia, segera cepat-cepat hubungi dokter yah sob.
Nah gimana anda mengerti ga sob?pastinya harus tuh,itukan demi kesehatan anak anda sob.Demikian artikel tentang gangguan kesehatan yang sering terjadi pada anak dan solusi yang harus dilakukannya,semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda semua,salam blogger.