![]() |
| Situ Lengkong Panjalu Ciamis |
Halo selamat malam para sahabat Info Bamtifasta
semuanya,gimana kabarnya nih?semoga anda semua selalu berada didalam lindungan
Tuhan Yang Maha Esa yah sob,Ammiinn YYRA.Nah pada kesempatan kali ini saya
selaku admin akan membuat atau membagikan artikel mengenai penjelasan dan sejarah
tentang Situ Lengkong Panjalu Ciamis.Disimak baik-baik yah sob,biar wawasan
anda tentang sejarah kebudayaan di Indonesia maupun didaerah Ciamis semakin
luas sob,hehe.
Obyek wisata Situ Lengkong ataupun Situ Panjalu Ciamis adalah
sebuah danau seluas 57,95 hektar (situ = danau dalam bahasa Sunda) yang
terletak di Kecamatan Panjalu, Ciamis utara, sehingga dikenal juga sebagai Situ
Lengkong Panjalu, atau Situ Panjalu saja. Danau dengan kedalaman berkisar
antara 4 sampai 6 meter tersebut, istimewanya, juga memiliki sebuah pulau
(nusa) seluas 9,25 hektar yang disebut Nusa Larang atau Nusa Gede.
Nusa Gede yang berada di tengah-tengah danau. Itu pulau asli
lho, bukan pulau buatan seperti di Singapura. Ingatan saya langsung melayang ke
danau Toba di Sumatera Utara yang memiliki pulau Samosir di tengah-tengahnya.
Mirip sih, cuma yang di Situ Panjalu ini ukurannya lebih kecil.
Di sekitar danau Panjalu, demikian ucapan orang-orang untuk
menyebut Situ Lengkong, terdapat banyak hasil kerajinan rakyat. Khususnya di
desa Cukang Padung sebagai pintu masuk ke area wisata pulau Nusa Gede, kita
bisa temukan penjual kerajinan tangan setempat. Misalnya berupa kipas bambu,
makanan tradisional Parahyangan, terasi udang asli (penjualnya bilang itu
asli), aneka bordir unik, gelang dari kayu, pena unik dari ukiran bambu, dan
banyak oleh-oleh khas Ciamis lainnya. Bagi yang suka lapar mata saat window
shopping, harap menyiapkan dompet tebal sebelum berangkat kesini. Dijamin anda
akan dimanjakan beragam oleh-oleh menarik khas Panjalu.
Lokasi dan Jalur Menuju Situ Lengkong Panjalu
Situ Lengkong Panjalu berada pada kordinat 7 7' 49.56"
S, 108 16' 21.26" E. Di sebelah utara, situ ini berbatasan dengan wilayah
Talaga Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan. Untuk mencapai obyek Situ
Lengkong cukup mudah. Dari arah Bandung
dapat ditempuh melalui jalur Ciawi, Panumbangan, Panjalu, dengan jarak sekitar
100 Km. Sedangkan dari Ciamis, berjarak sekitar 35 km melalui jalur Buniseuri,
Kawali dan sampai di Panjalu.
Dan konon kabarnya banyak terjadi keanehan di sana, sehingga
pulau itupun seakan dikeramatkan, dan di beri julukan oleh masyarakat sekitar
sebagi Pulau Nusa Larang. Dan pada akhirnya pulau tersebut menjadi tempat
pemakaman keluarga Prabu Borosngora. Sedangkan menurut sebagian cerita
masyarakat yang lain, bahwa; Prabu Borosngora sendiri tidak di makamkan di
Pulau itu, beliau pergi menghilang entah kemana, untuk menyebarkan agama Islam
ke daerah lain, adapun yang dimakamkan di pulau itu hanyalah Patilasan Prabu
Borosngora.
Sejarah Situ Lengkong ( Situ Panjalu Ciamis )
Terjadinya Situ Lengkong Panjalu, tidak terlepas dari
sejarah Kerajaan Panjalu. Konon sekitar abad VII salah satu leluhur Panjalu
bernama ‘Prabu Sanghyang Boros Ngora’ (Haji Dul Iman bin Umar bin Muhamad)
berkelana dengan maksud mencari ilmu pengetahuan, sehingga sampailah di sebuah
tempat yang di sekitarnya terdiri dari bebatuan dan pasir. Rupanya tanah yang
diinjaknya itu adalah tanah suci Mekkah. Di sanalah ia beroleh ilmu sejati
(Islam) yaitu ilmu yang membawa pada keselamatan dunia dan akhirat. Prabu
Sanghyang Boros Ngora menguasai ilmu tersebut dengan sempurna.
Setelah itu, ia pulang dengan membawa oleh-oleh dari seorang
sahabat Nabi Muhammad SAW sekaligus sebagai gurunya, yakni Baginda Ali, r.a.
Oleh-oleh dari sahabat Nabi tersebut tiada lain adalah pakaian kehajian, dan
air zam-zam. Air zam-zam dibawanya dalam sebuah gayung yang permukaannya
bolong-bolong, pemberian ayahnya Prabu Sanghyang Cakra Dewa. Dengan izin Yang
Maha Kuasa ia dapat membawa air zam-zam itu pulang ke tempat asalnya, Panjalu.
Setibanya di Panjalu, air zam-zam itu ditumpahkannya di sebuah tempat yaitu
Pasir Jambu, yang hingga kini menjadi sebuah danau yang indah yakni ‘Situ
Lengkong’. Di tengah-tengah danau terdapat daratan yang dinamai ‘Nusa
Gede’.Sampai saat ini, maka diyakinilah bahwa danau buatan ‘Situ Lengkong’
Panjalu terjadi karena tumpahan air zam-zam yang dibawa oleh leluhur Panjalu
pada saat itu, yakni ‘Sanghyang Prabu Boros Ngora’.
Sejak saat itu, Sanghyang Prabu Boros Ngora mengislamkan
kerajaan Panjalu.Dia menyebarkan agama Islam kepada rakyatnya.Kemudian, dia
turun tahta dan digantikan putranya yaitu Hariang Kencana.Prabu Hariang Kencana
lalu meneruskan syiar Islam seperti yang dilakukan oleh ayahnya.Hasilnya agama
Islam berkembang kian luas di Panjalu dan sekitarnya, tanah Sunda.
Prabu Harian Kencana arif dan bijaksana memerintah Panjalu
sampai wafat dan dimakamkan di Nusa Gede, di tengah Situ Lengkong. Adapun Boros
Ngora adalah sosok yang selalu ingin berkelana sehingga sampai wafatpun tak
diketahui di mana dia meninggal dan di mana pula ia dimakamkan. Tak satu
orangpun tahu dimana letak makam Boros Ngora.Ini sesuai dengan amanat sewaktu
dia masih hidup.“Siapa saja putra dan para cucuku kelak tidak usah tahu di mana
aku dikubur”.
Nah gimana sob<sekarang sudah tahu kan tentang danau situ lengkong yang ada di Panjalu Ciamis ini?.Demikian artikel mengenai penjelasan tentang danau situ lengkong yang ada di Panjalu Ciamis ini saya buat,semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan anda semua,salam blogger.







0 komentar:
Posting Komentar