![]() |
| Goong Di Karangkamulyan Ciamis |
Halo selamat malam para sahabat Info Bamtifasta
semuanya,gimana kabarnya nih?semoga anda semua selalu berada didalam lindungan
Tuhan Yang Maha Esa yah sob,Ammiinn YYRA.Nah pada kesempatan kali ini saya
selaku admin akan membuat atau membagikan artikel mengenai penjelasan dan
sejarah tentang Karangkamulyan.Disimak baik-baik yah sob,biar wawasan anda
tentang sejarah kebudayaan di Indonesia maupun didaerah Ciamis semakin luas
sob,hehe.
Sekilas Tentang Karangkamulyan
Situs Karangkamulyan terletak antara Ciamis dan Banjar,
jaraknya 17 Km ke arah Timur dari Ibukota Kabupaten Ciamis. Kalau ditempuh
dengan kendaraan umum lamanya sekitar setengah jam.Terletak diantara pertemuan
dua sungai yakni Sungai Citanduy dan Cimuntur, dengan batas sebelah Utara
adalah jalan raya Ciamis-Banjar, sebelah Selatan Sungai Citanduy, sebelah Barat
merupakan sebuah pari yang lebarnya 7 meter membentuk Tanggur Kuno, dan batas
sebelah Timur adalah Sungai Cimuntur.
Kawasan ini disebut sebagai Situs, karena di dalamnya
terdapat peninggalan purbakala. Menurut UUU BCB No.5 tahun 1992, Situs adalah
suatu tempat yang diduga mengandung sejarah. Suatu komplek Situs dapat disebut
sebagai benda Cagar Budaya yang dilindungi oleh Pemerintah.
Di samping dilindungi oleh undang-undang, Pemerintah
mengangkat pula juru pelihara Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang bertugas menjaga
dan memelihara situs-situs dimaksud agar kondisinya dapat dipertahankan (baik).Menurut
penelitian Arkeologis, Situs Bojong Galuh Karangkamulyan merupakan peninggalan
zaman purbakala. Kekunaannya sebagian besar merupakan kekunaan dari masa
pra-sejarah.
Berbicara mengenai Karang Kamulyan, kita tidak bisa terlepas
dari cerita Ciung Wanara, menurut masyarakat setempat kisah ini memang menarik
untuk ditelusuri, karena selain menyangkut cerita tentang Kerajaan Galuh, juga
dibumbui dengan hal luar biasa seperti kesaktian dan keperkasaan yang tidak
dimiliki oleh orang biasa namun dimiliki oleh Ciung Wanara.
Sejarah Atau Asal Mula Karangkamulyan
Masa kecil Ciung Wanara dibesarkan oleh kakeknya Aki
Balangantrang. Setelah dewasa, Ciung Wanara dijodohkan dengan cicit Demunawan
bernama Dewi Kancana Wangi, dan dikaruniai puteri yang bernama Purbasari yang
menikah dengan Sang Manistri atau Lutung Kasarung.
Dalam usahanya merebut kerajaan Galuh dari tangan Sang
Tamperan, Ciung Wanara dibantu oleh kakeknya yaitu Aki Balangantrang yang mahir
dalam urusan peperangan dan kenegaraan bersama pasukan Geger Sunten. Perebutan
kerajaan ini konon tidak dilakukan dengan peperangan, tapi melalui permainan
sabung ayam yang menjadi kegemaran raja dan masyarakat pada saat itu. Ciung
Wanara memenangkan permainan ini dengan mudah.
Ciung Wanara memerintah selama 44 tahun (739-783 Masehi),
dengan wilayah dari Banyumas sampai dengan Citarum, selanjutnya setalah Ciung
Wanara melakukan manurajasuniya (mengakhiri hidup dengan bertapa), maka
selanjutnya kerajaan Galuh dipimpin oleh Sang Manistri atau Lutung Kasarung,
menantunya. Ciung Wanara disebut juga Sang Manarah, atau Prabu Suratama, atau
Prabu Jayaprakasa Mandaleswara Salakabuwana.
Kisah Sejarah Kerajaan Galuh Yang DIbagi Menjadi 2 Bagian
Suatu hari Ciung Wanara pamit untuk menyabung ayamnya dengan
ayam raja, karena didengarnya raja gemar menyabung ayam. Taruhannya ialah, bila
ayam Ciung Wanara kalah ia rela mengorbankan nyawanya. Tetapi bila ayam raja
kalah, raja harus bersedia mengangkatnya menjadi putra mahkota. Raja menerima
dengan gembira tawaran tersebut.
Sebelum ayam berlaga, ayam Ciung Wanara berkokok dengan
anehnya, melukiskan peristiwa benahun-tahun yang lampau tentang permaisuri yang
dihukum mati dan kandaga emas yang berisi bayi yang dihanyutkan. Raja tidak
menyadari hal itu, tetapi sebaliknya Si Lengser sangat terkesan akan hal
itu.Bahkan ia menyadari sekarang Ciung Wanara yang ada di hadapannya adalah
putra raja sendiri.
Setelah persabungan, ayam baginda kalah dan ayam Ciung
Wanara menang. Raja menepati janji dan Ciung Wanara diangkat menjadi putra
mahkota. Dalam pesta pengangkatan putra mahkota, raja membagi 2 kerajaan untuk
Ciung Wanara dan Hariang Banga. Selesai pesta pengangkatan putra mahkota Si
Lengser bercerita kepada raja tentang hal yang sesungguhnya mengenai permaisuri
Pohaci Naganingrum dan Ciung Wanara.
Mendengar cerita ini raja memerintahkan pengawal agar Dewi
Pehgrenyep ditangkap. Akibatnya timbul perkelahian antara Hariang Banga dengan
Ciung Wanara. Tubuh Hariang Banga dilemparkan ke seberang sungai Cipamali yang
sedang banjir besar. Sejak itulah kerajaan Galuh dibagi menjadi 2 bagian dengan
batas sungai Cipamali. Di bagian barat diperintah oleh Hariang Banga.
Orang-orangnya menyenangi kecapi dan menyenangi pantun. Sedangkan bagian timur
diperintah oleh Ciung Wanara. Orang-orangnya menyenangi wayang kulit dan tembang.
Nah gimana,sekarang anda semua sudah tahu kan tentang
penjelasan dan sejarah tempat wisata karangkamulyan yang ada di daerah ciamis
ini?.Demikian artikel mengenai penjelasan dan sejarah tempat wisata
Karangkamulyan Ciamis ini saya buat,semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk
anda semua,salam blogger.







0 komentar:
Posting Komentar