Kamis, 30 Juni 2016

Penjelasan Dan Sejarah Tentang Tempat Wisata Karangkamulyan Ciamis


Penjelasan Dan Sejarah Tentang Tempat Wisata Karangkamulyan Ciamis
Goong Di Karangkamulyan Ciamis


Halo selamat malam para sahabat Info Bamtifasta semuanya,gimana kabarnya nih?semoga anda semua selalu berada didalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa yah sob,Ammiinn YYRA.Nah pada kesempatan kali ini saya selaku admin akan membuat atau membagikan artikel mengenai penjelasan dan sejarah tentang Karangkamulyan.Disimak baik-baik yah sob,biar wawasan anda tentang sejarah kebudayaan di Indonesia maupun didaerah Ciamis semakin luas sob,hehe.

Sekilas Tentang Karangkamulyan

Situs Karangkamulyan terletak antara Ciamis dan Banjar, jaraknya 17 Km ke arah Timur dari Ibukota Kabupaten Ciamis. Kalau ditempuh dengan kendaraan umum lamanya sekitar setengah jam.Terletak diantara pertemuan dua sungai yakni Sungai Citanduy dan Cimuntur, dengan batas sebelah Utara adalah jalan raya Ciamis-Banjar, sebelah Selatan Sungai Citanduy, sebelah Barat merupakan sebuah pari yang lebarnya 7 meter membentuk Tanggur Kuno, dan batas sebelah Timur adalah Sungai Cimuntur.

Kawasan ini disebut sebagai Situs, karena di dalamnya terdapat peninggalan purbakala. Menurut UUU BCB No.5 tahun 1992, Situs adalah suatu tempat yang diduga mengandung sejarah. Suatu komplek Situs dapat disebut sebagai benda Cagar Budaya yang dilindungi oleh Pemerintah.

Di samping dilindungi oleh undang-undang, Pemerintah mengangkat pula juru pelihara Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang bertugas menjaga dan memelihara situs-situs dimaksud agar kondisinya dapat dipertahankan (baik).Menurut penelitian Arkeologis, Situs Bojong Galuh Karangkamulyan merupakan peninggalan zaman purbakala. Kekunaannya sebagian besar merupakan kekunaan dari masa pra-sejarah.

Berbicara mengenai Karang Kamulyan, kita tidak bisa terlepas dari cerita Ciung Wanara, menurut masyarakat setempat kisah ini memang menarik untuk ditelusuri, karena selain menyangkut cerita tentang Kerajaan Galuh, juga dibumbui dengan hal luar biasa seperti kesaktian dan keperkasaan yang tidak dimiliki oleh orang biasa namun dimiliki oleh Ciung Wanara.

Sejarah Atau Asal Mula Karangkamulyan

Masa kecil Ciung Wanara dibesarkan oleh kakeknya Aki Balangantrang. Setelah dewasa, Ciung Wanara dijodohkan dengan cicit Demunawan bernama Dewi Kancana Wangi, dan dikaruniai puteri yang bernama Purbasari yang menikah dengan Sang Manistri atau Lutung Kasarung.

Dalam usahanya merebut kerajaan Galuh dari tangan Sang Tamperan, Ciung Wanara dibantu oleh kakeknya yaitu Aki Balangantrang yang mahir dalam urusan peperangan dan kenegaraan bersama pasukan Geger Sunten. Perebutan kerajaan ini konon tidak dilakukan dengan peperangan, tapi melalui permainan sabung ayam yang menjadi kegemaran raja dan masyarakat pada saat itu. Ciung Wanara memenangkan permainan ini dengan mudah.

Ciung Wanara memerintah selama 44 tahun (739-783 Masehi), dengan wilayah dari Banyumas sampai dengan Citarum, selanjutnya setalah Ciung Wanara melakukan manurajasuniya (mengakhiri hidup dengan bertapa), maka selanjutnya kerajaan Galuh dipimpin oleh Sang Manistri atau Lutung Kasarung, menantunya. Ciung Wanara disebut juga Sang Manarah, atau Prabu Suratama, atau Prabu Jayaprakasa Mandaleswara Salakabuwana.

Kisah Sejarah Kerajaan Galuh Yang DIbagi Menjadi 2 Bagian

Suatu hari Ciung Wanara pamit untuk menyabung ayamnya dengan ayam raja, karena didengarnya raja gemar menyabung ayam. Taruhannya ialah, bila ayam Ciung Wanara kalah ia rela mengorbankan nyawanya. Tetapi bila ayam raja kalah, raja harus bersedia mengangkatnya menjadi putra mahkota. Raja menerima dengan gembira tawaran tersebut.

Sebelum ayam berlaga, ayam Ciung Wanara berkokok dengan anehnya, melukiskan peristiwa benahun-tahun yang lampau tentang permaisuri yang dihukum mati dan kandaga emas yang berisi bayi yang dihanyutkan. Raja tidak menyadari hal itu, tetapi sebaliknya Si Lengser sangat terkesan akan hal itu.Bahkan ia menyadari sekarang Ciung Wanara yang ada di hadapannya adalah putra raja sendiri.

Setelah persabungan, ayam baginda kalah dan ayam Ciung Wanara menang. Raja menepati janji dan Ciung Wanara diangkat menjadi putra mahkota. Dalam pesta pengangkatan putra mahkota, raja membagi 2 kerajaan untuk Ciung Wanara dan Hariang Banga. Selesai pesta pengangkatan putra mahkota Si Lengser bercerita kepada raja tentang hal yang sesungguhnya mengenai permaisuri Pohaci Naganingrum dan Ciung Wanara.

Mendengar cerita ini raja memerintahkan pengawal agar Dewi Pehgrenyep ditangkap. Akibatnya timbul perkelahian antara Hariang Banga dengan Ciung Wanara. Tubuh Hariang Banga dilemparkan ke seberang sungai Cipamali yang sedang banjir besar. Sejak itulah kerajaan Galuh dibagi menjadi 2 bagian dengan batas sungai Cipamali. Di bagian barat diperintah oleh Hariang Banga. Orang-orangnya menyenangi kecapi dan menyenangi pantun. Sedangkan bagian timur diperintah oleh Ciung Wanara. Orang-orangnya menyenangi wayang kulit dan tembang.

Nah gimana,sekarang anda semua sudah tahu kan tentang penjelasan dan sejarah tempat wisata karangkamulyan yang ada di daerah ciamis ini?.Demikian artikel mengenai penjelasan dan sejarah tempat wisata Karangkamulyan Ciamis ini saya buat,semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda semua,salam blogger.

0 komentar:

Posting Komentar