| Batu Prasasti Yang Ada Di Astana Gede |
Halo selamat pagi para sahabat Info Bamtifasta
semuanya,gimana kabarnya nih?semoga anda semua selalu berada didalam lindungan
Tuhan Yang Maha Esa yah sob,Ammiinn YYRA.Nah pada kesempatan kali ini saya
selaku admin akan membuat atau membagikan artikel mengenai penjelasan dan sejarah
singkat tentang Astana Gede Kawali Ciamis.Disimak baik-baik yah sob,biar
wawasan anda tentang sejarah kebudayaan di Indonesia maupun didaerah Ciamis
semakin luas sob,hehe.
Astana gede merupakan salah satu situs peninggalan kerajaan
galuh yang berkuasa di Jawa Barat. Yang konon sempat mengalami peperangan
dengan kerajaan maja pahit. Kawali pada zaman dahulu Astana Gede bernama
Kabuyutan Sanghyang Lingga Hiyang ( Astana = Makam dan Gede = Besar ). Yaitu
makam Adipati Singacala sebagai Raja Kawali tahun 1643 – 1718 M keturunan
Sultan Cirebon yang menganut agama Islam. Raja – raja Kwali terdahulu masih
menganut Agama Hindu .Tempat ini memiliki beberapa keunikan, antara lain 6 buah
prasasti yang berupa huruf palawa yang dituliskan diatas batu.
Kemudian juga terdapat kalender kuno, yang berupa
garis-garis dan titik serta terdapat tapak tangan dan tapak kaki yang mengecap
dalam di atas batu, “katanya sih orang dulu itu sakti dan punya kekuatan gitu”.
Makam-makam generasi kerajaan juga terdapat disini, dan salah satunya ada
sebuah makam yang tidak seperti biasanya, karena memiliki panjang kira-kira 5-7
meteran gitu lah. Selain itu di musim tertentu, hutan yang mengelilingi lokasi
situs ini akan dipenuhi kelelawar berukuran besar-besar yang akan menghiasi
pucuk-pucuk pohon dan di tempat ini terdapat beberapa kera liar dan sungai yang
menjadi cikal bakal nama kawali.
Sebagai pusat pemerintahan raja – raja yang pernah bertahta
adalah Prabu Ajiguna Linggawisesa yang dikenal Sang Lumanghing Kiding. Prabu
Raga Mulya ( Aki Kolot ) Prabu Lingga Buana gugur pada Peristiwa Babat. Rahyang
Niskala Wastukencana yang meninggalkan beberapa prasasti dan Dewa Niskala anak
dari Rahyang Watukencana.
Lokasi Astana Gede sebelah utara 27 km dari Kab. Ciamis, di
dusun Indrayasa Desa Kawali Kec. Kawali Kab. Ciamis. Luas wilayah area Astana
Gede adalah 5 Ha. Di sekelilingnya rimbun dengan pepohonan letaknya di kaki
gunung Sawal yang di sekelilingnya ada sungai. Keadaan situs merupakan hutan
lindung yang ditumbuhi berbagai jenis tumbuhan, tanaman keras.menurut temuan
arkeologi bila di lihat dari tinggalan budayanya kawali merupakan kawasan
campuran, yaitu berasal dari periode prasejarah klasik dan periode Islam.
Bentuk budaya yang terjadi diperkirakan mulai dari tradisi
megalitik punden berundak, lumpang batu, menhir, yoni, ke tradisi klasik (
prasasti ) berlanjut ke tradisi Islam di tandai dengan adanya makam kuno.
Adapun Mata Air Cikawali tak pernah surut.Benda – benda peninggalan sejarah
purbakala sebagai warisan budaya memiliki fungsi dan peran penting di berbagai
bidang terutama budaya. Sebagai perlindungan terhadap cagar budaya pemerintah
mengeluarkan UU yang di sebut UU Cagar Budaya no. 5 tahun 1992, salah satu
pasal 26 : “ Barang siapa yang sengaja merusak Benda Cagar Budaya dan Situs serta
lingkungannya atau membawa, memindahkan benda cagar budaya dan situs tanpa izin
dari pemerintah sebagaimana dalam pasal 15 ayat 1 dan 2 di pidana dengan
penjara selama – lamanya 10 tahun atau denda setinggi – tingginya 100 juta ”.
Situs Astana Gede Kawali di samping sebagai taman Cagar
Budaya dan sebagai Objek Wisata Budaya juga merupakan objek ilmu pengetahuan.
Peneitian di Astana Gede mulai dilakukan pada zaman Belanda, tetapi lebih menitikberatkan pada
prasasti rangka pembangunan cungkup. Tahun 1993 Tim Puslit Arkenas dan Balar
Bandung mengadakan pendataan arkeologis. Hasilnya menunjukkan bahwa situs
Astana Gede Kawali berasal dari masa prasejarah, klasik dan Islam, seperti yang
telah disebutkan di muka.
Demikian artikel mengenai sejarah obyek wisata Astana
Gede ( Makam Besar ) yang ada di Kawali Ciamis ini saya buat.Semoga artikel ini
bisa bermanfaat untuk anda semua,salam blogger.






0 komentar:
Posting Komentar