Minggu, 28 Februari 2016

Teknik Budidaya Cacing Tanah Yang Mudah

Teknik Budidaya Cacing Tanah Yang Mudah

Berbicara soal bisnis,jadi teringat dengan bisnis yang satu ini,yaitu budidaya cacing tanah,cacing tanah termasuk hewan tingkat rendah,karena mempunyai tulang belakang (invertebrata).Budidaya cacing ini yang terbesar ada di daerah Jawa Barat,diantaranya bandung,sumedang,ciamis,tasik dan sekitarnya,nah kali ini admin akan berbagi cara teknik budidaya cacing tanah yang jika anda bekerja keras insyaalloh anda akan menghasilkan uang yang melimpah,sebelum kita memulai ulasan teknik ini,ada baiknya kita pelajari dahulu tentang spesifikasi dari cacing tanah ini.

1. SEJARAH SINGKAT CACING TANAH
Cacing tanah termasuk hewan tingkat rendah
karena tidak mempunyai tulang belakang
(invertebrata). Cacing tanah termasuk kelas
Oligochaeta. Famili terpenting dr kelas ini
Megascilicidae & Lumbricidae Cacing tanah
bukanlah hewan yg asing bagi masyarakat kita,
terutama bagi masyarakat pedesaan. Namun
hewan ini mempunyai potensi yg sangat
menakjubkan bagi kehidupan & kesejahteraan
manusia.

2. SENTRAL PETERNAKAN CACING TANAH
Sentra peternakan cacing terbesar terdapat di
Jawa Barat khususnya Bandung-Sumedang &
sekitarnya.

3. JENIS CACING TANAH
Jenis-jenis yg paling banyak dikembangkan oleh
manusia berasal dr famili Megascolicidae &
Lumbricidae dgn genus Lumbricus, Eiseinia,
Pheretima, Perionyx, Diplocardi & Lidrillus.
Beberapa jenis cacing tanah yg kini banyak
diternakan antara lain: Pheretima, Periony &
Lumbricus. Ketiga jenis cacing tanah ini menyukai
bahan organik yg berasal dr pupuk kandang &
sisa-sisa tumbuhan. Cacing tanah jenis Lumbricus
mempunyai bentuk tubuh pipih. Jumlah segmen yg
dimiliki sekitar 90-195 & klitelum yg terletak pd
segmen 27-32. Biasanya jenis ini kalah bersaing
dgn jenis yg lain sehingga tubuhnya lebih kecil.
Tetapi bila diternakkan besar tubuhnya bisa
menyamai atau melebihi jenis lain. Cacing tanah
jenis Pheretima segmennya mencapai 95-150
segmen. Klitelumnya terletak pd segmen 14-16.
Tubuhnya berbentuk gilik panjang & silindris
berwarna merah keunguan. Cacing tanah yg
termasuk jenis Pheretima antara lain cacing
merah, cacing koot & cacing kalung. Cacing tanah
jenis Perionyx berbentuk gilik berwarna ungu tua
sampai merah kecokelatan dgn jumlah segmen
75-165 & klitelumnya terletak pd segmen 13 & 17.
Cacing ini biasanya agak manja sehingga dalam
pemeliharaannya diperlukan perhatian yg lebih
serius. Cacing jenis Lumbricus Rubellus memiliki
keunggulan lebih dibanding kedua jenis yg lain di
atas, karena produktivitasnya tinggi (penambahan
berat badan, produksi telur/anakan & produksi
bekas cacing “kascing”) serta tidak banyak
bergerak

4. MANFAAT CACING TANAH
Dalam bidang pertanian, cacing menghancurkan
bahan organik sehingga memperbaiki aerasi &
struktur tanah. Akibatnya lahan menjadi subur &
penyerapan nutrisi oleh tanaman menjadi baik.
Keberadaan cacing tanah akan meningkatkan
populasi mikroba yg menguntungkan tanaman.
Selain itu juga cacing tanah dpt digunakan
sebagai:
1. Bahan Pakan Ternak
Berkat kandungan protein, lemak & mineralnya
yg tinggi, cacing tanah dpt dimanfaatkan
sebagai pakan ternak seperti unggas, ikan,
udang & kodok.
2. Bahan Baku Obat & bahan ramuan untuk
penyembuhan penyakit.
Secara tradisional cacing tanah dipercaya dpt
meredakan demam, menurunkan tekanan
darah, menyembuhkan bronchitis, reumatik
sendi, sakit gigi & tipus.
3. Bahan Baku Kosmetik
Cacing dpt diolah untuk digunakan sebagai
pelembab kulit & bahan baku pembuatan
lipstik.
4. Makanan Manusia
Cacing merupakan sumber protein yg
berpotensi untuk dimasukkan sebagai bahan
makanan manusia seperti halnya daging sapi
atau Ayam.

Nah jika anda sudah tahu spesifikasi,sejarah,dan manfaat cacing tanah,sekarang kita langsung ke tahapan untuk budidaya cacing tanah yang super gampang ini.

PERSYARATAN LOKASI CACING TANAH
1. Tanah sebagai media hidup cacing harus
mengandung bahan organik dalam jumlah yg
besar.
2. Bahan-bahan organik tanah dpt berasal dr
serasah (daun yg gugur), kotoran ternak atau
tanaman & hewan yg mati. Cacing tanah
menyukai bahan-bahan yg mudah membusuk
karena lebih mudah dicerna oleh tubuhnya.
3. Untuk pertumbuhan yg baik, cacing tanah
memerlukan tanah yg sedikit asam sampai
netral atau ph sekitar 6-7,2. dgn kondisi ini,
bakteri dalam tubuh cacing tanah dpt bekerja
optimal untuk mengadakan pembusukan atau
fermentasi.
4. Kelembaban yg optimal untuk pertumbuhan &
perkembangbiakan cacing tanah adalah antara
15-30 %.
5. Suhu yg diperlukan untuk pertumbuhan cacing
tanah & penetasan kokon adalah sekitar 15–25
derajat C atau suam-suam kuku. Suhu yg lebih
tinggi dr 25 derajat C masih baik asal ada
naungan yg cukup & kelembaban optimal.
6. Lokasi pemeliharaan cacing tanah diusahakan
agar mudah penanganan & pengawasannya
serta tidak terkena sinar matahari secara
langsung, misalnya di bawah pohon rindang, di
tepi rumah atau di ruangan khusus (permanen)
yg atapnya terbuat dr bahan-bahan yg tidak
meneruskan sinar & tidak menyimpan panas.

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA CACING TANAH
1. Penyiapan Sarana & Peralatan
Pembuatan kandang sebaiknya menggunakan
bahan-bahan yg murah & mudah didapat
seperti bambu, rumbia, papan bekas, ijuk &
genteng tanah liat. Salah satu contoh kandang
permanen untuk peternakan skala besar adalah
yg berukuran 1,5 x 18 m dgn tinggi 0,45 m.
Didalamnya dibuat rak-rak bertingkat sebagai
tempat wadah-wadah pemeliharaan. Bangunan
kandang dpt pula tanpa dinding (bangunan
terbuka). Model-model sistem budidaya/
beternak, antara lain rak berbaki, kotak
bertumpuk, pancing bertingkat atau pancing
berjajar..
2. Pembibitan
Persiapan yg diperlukan dalam pembudidayaan
cacing tanah adalah meramu media tumbuh,
menyediakan bibit unggul, mempersiapkan
kandang cacing & kandang pelindung.
1. Pemilihan Bibit Calon Induk
Sebaiknya dalam beternak cacing tanah
secara komersial digunakan bibit yg sudah
ada karena diperlukan dalam jumlah yg
besar. Namun bila akan dimulai dr skala
kecil dpt pula dipakai bibit cacing tanah dr
alam, yaitu dr tumpukan sampah yg
membusuk atau dr tempat pembuangan
kotoran hewan.
2. Pemeliharaan Bibit Calon Induk
Pemeliharaan dpt dibagi menjadi beberapa
cara:

1. pemeliharaan cacing tanah sebanyak-
banyaknya sesuai tempat yg digunakan.
Cacing tanah dpt dipilih yg muda atau
dewasa. Jika sarang berukuran tinggi
sekitar 0,3 m, panjang 2,5 m & lebar
kurang lebih 1 m, dpt ditampung sekitar
10.000 ekor cacing tanah dewasa.
2. pemeliharaan dimulai dgn jumlah kecil.
Jika jumlahnya telah bertambah, sebagian
cacing tanah dipindahkan ke bak lain.
3. pemeliharaan kombinasi cara a & b.
4. pemeliharaan khusus kokon sampai anak,
setelah dewasa di pindah ke bak lain.
5. Pemeliharaan khusus cacing dewasa
sebagai bibit.

3. Sistem Pemuliabiakan
Apabila media pemeliharaan telah siap &
bibit cacing tanah sudah ada, maka
penanaman dpt segera dilaksanakan dalam
wadah pemeliharaan. Bibit cacing tanah yg
ada tidaklah sekaligus dimasukan ke dalam
media, tetapi harus dicoba sedikit demi
sedikit. Beberapa bibit cacing tanah
diletakan di atas media, kemudian diamati
apakah bibit cacing itu masuk ke dalam
media atau tidak. Jika terlihat masuk, baru
bibit cacing yg lain dimasukkan. Setiap 3 jam
sekali diamati, mungkin ada yg berkeliaran
di atas media atau ada yg meninggalkan
media (wadah). Apabila dalam waktu 12 jam
tidak ada yg meninggalkan wadah berarti
cacing tanah itu betah & media sudah cocok.
Sebaliknya bila media tidak cocok, cacing
akan berkeliaran di permukaan media.
Untuk mengatasinya, media harus segera
diganti dgn yg baru. Perbaikan dpt
dilakukan dgn cara disiram dgn air,
kemudian diperas hingga air perasannya
terlihat berwarna bening (tidak berwarna
hitam atau cokelat tua).
4. Reproduksi, Perkawinan
Cacing tanah termasuk hewan hermaprodit,
yaitu memiliki alat kelamin jantan & betina
dalam satu tubuh. Namun demikian, untuk
pembuahan, tidak dpt dilakukannya sendiri.
dr perkawinan sepasang cacing tanah,
masing-masing akan dihasilkan satu kokon
yg berisi telur-telur. Kokon berbentuk
lonjong & berukuran sekitar 1/3 besar kepala
korek api. Kokon ini diletakkan di tempat yg
lembab. Dalam waktu 14-21 hari kokon akan
menetas. Setiap kokon akan menghasilkan
2-20 ekor, rata-rata 4 ekor. Diperkirakan 100
ekor cacing dpt menghasilkan 100.000 cacing
dalam waktu 1 tahun. Cacing tanah mulai
dewasa setelah berumur 2-3 bulan yg
ditandai dgn adanya gelang (klitelum) pd
tubuh bagian depan. Selama 7-10 hari
setelah perkawinan cacing dewasa akan
dihasilkan 1 kokon.

PEMELIHARAAN
1. Pemberian Pakan
Cacing tanah diberi pakan sekali dalam
sehari semalam sebanyak berat cacing tanah
yg ditanam. Apabila yg ditanam 1 Kg, maka
pakan yg harus diberikan juga harus 1 Kg.
Secara umum pakan cacing tanah adalah
berupa semua kotoran hewan, kecuali
kotoran yg hanya dipakai sebagai media. Hal
yg perlu diperhatikan dalam pemberian
pakan pd cacing tanah, antara lain :
pakan yg diberikan harus dijadikan
bubuk atau bubur dgn cara diblender.
bubur pakan ditaburkan rata di atas
media, tetapi tidak menutupi seluruh
permukaan media, sekitar 2-3 dr peti
wadah tidak ditaburi pakan.
pakan ditutup dgn plastik, karung , atau
bahan lain yg tidak tembus cahaya.
pemberian pakan berikutnya, apabila
masih tersisa pakan terdahulu, harus
diaduk & jumlah pakan yg diberikan
dikurangi.
bubur pakan yg akan diberikan pd
cacing tanah mempunyai perbandingan
air 1:1.
2.Penggantian Media
Media yg sudah menjadi tanah/kascing atau yg
telah banyak telur (kokon) harus diganti. Supaya
cacing cepat berkembang, maka telur, anak &
induk dipisahkan & ditumbuhkan pd media baru.
Rata rata penggantian media dilakukan dalam
jangka waktu 2 Minggu.
Proses Kelahiran
Bahan untuk media pembuatan sarang adalah:
kotoran hewan, dedaunan/Buah-buahan, batang
pisang, limbah rumah tangga, limbah pasar, kertas
koran/kardus/kayu lapuk/bubur kayu. Bahan yg
tersedia terlebih dahulu dipotong sepanjang 2,5
Cm. Berbagai bahan, kecuali kotoran ternak,
diaduk & ditambah air kemudian diaduk kembali.
Bahan campuran & kotaran ternak dijadikan satu
dgn persentase perbandingan 70:30 ditambah air
secukupnya supaya tetap basah.

7. HAMA & PENYAKIT CACING TANAH
Keberhasilan beternak cacing tanah tidak terlepas
dr pengendalian terhadap hama & musuh cacing
tanah. Beberapa hama & musuh cacing tanah
antara lain: semut, kumbang, burung, kelabang,
lipan, lalat, tikus, katak, tupai, ayam, itik, ular,
angsa, lintah, kutu & lain-lain. Musuh yg juga
ditakuti adalah semut merah yg memakan pakan
cacing tanah yg mengandung karbohidrat & lemak.
Padahal kedua zat ini diperlukan untuk
penggemukan cacing tanah. Pencegahan serangan
semut merah dilakukan dgn cara disekitar wadah
pemeliharaan (dirambang) diberi air cukup.

8. PANEN CACING TANAH
Dalam beternak cacing tanah ada dua hasil
terpenting (utama) yg dpt diharapkan, yaitu
biomas (cacing tanah itu sendiri) & kascing (bekas
cacing). Panen cacing dpt dilakukan dgn berbagai
cara salah satunya adalah dgn mengunakan alat
penerangan seperti lampu petromaks, lampu neon
atau bohlam. Cacing tanah sangat sensitif terhadap
cahaya sehingga mereka akan berkumpul di bagian
atas media. Kemudian kita tinggal memisahkan
cacing tanah itu dgn medianya. Ada cara panen yg
lebih ekonomis dgn membalikan sarang. Dibalik
sarang yg gelap ini cacing biasanya berkumpul &
cacing mudah terkumpul, kemudian sarang dibalik
kembali & pisahkan cacing yg tertinggal. Jika pd
saat panen sudah terlihat adanya kokon
(kumpulan telur), maka sarang dikembalikan pd
wadah semula & diberi pakan hingga sekitar 30
hari. Dalam jangka waktu itu, telur akan menetas.
& cacing tanah dpt diambil untuk dipindahkan ke
wadah pemeliharaan yg baru & kascingnya siap di
panen.

Nah gimana cukup mudah bukan?anda bisa menjadikan usaha ini menjadi usaha sampingan anda,ataupun bisa menjadi usaha anda sehari-hari,karena jika anda bisa sukses dari usaha ini,saya yakin,uangnya pun cukuo besar dan melimpah,asalkan anda mau berusaha,bekerja keras dan tidak lupa berd'a insyaalloh apa yang menjadi impian anda akan terwujud dari usaha budidaya cacing tanah ini,semoga artikel ini bisa bermanfaat buat anda semua,salam blogger.

0 komentar:

Posting Komentar