Sabtu, 27 Februari 2016
Home »
Info Bisnis
» Teknik Budidaya Cacing Sutra Super Mudah
Teknik Budidaya Cacing Sutra Super Mudah
Berbicara soal cacing sutra,cacing sutra pada saat ini sedang banyak di cari oleh petani-petani atau ara peternak ikan,burung,bebek dan lain-lain.Karena banyak dicari otomatis harga jual cacing ini cukup tinggi,karena susahnya dalam mencari cacing sutra ini,nah kali ini admin akan memberikan teknik budidaya cacing sutra super gampang dan minim biaya,langsung aja yuk kita simak dulu petunjuk-petunjuknya.
Berikut teknik budidaya cacing sutra:
1.Persiapan Bibit
Bibit bisa dibeli dari toko ikan hias atau diambil dari
alam
Catatan : Sebaiknya bibit cacing di karantina dahulu
karena ditakutkan membawa bakteri patogen.
2. Persiapan Media
Media perkembangan dibuat sebagai kubangan
lumpur dengan ukuran 1 x 2 meter yang dilengkapi
saluran pemasukan dan pengeluaran air. Tiap tiap
kubangan dibuat petakan petakan kecil ukuran 20 x
20 cm dengan tinggi bedengan atau tanggul 10 cm,
antar bedengan diberi lubang dengan diameter 1 cm.
3. Pemupukan
Lahan di pupuk dengan dedak halus atau ampas tahu
sebanyak 200 – 250 gr/M2 atau dengan pupuk
kandang sebanyak 300 gr/ M2.
4. Fermentasi
Lahan direndam dengan air setinggi 5 cm selama 3-4
hari.
5. Penebaran Bibit
Selama Proses Budidaya lahan dialiri air dengan debit
2-5 Liter / detik
6. Tahapan Kerja Budidaya Cacing Sutra
Cacing sutra atau cacing rambut memang telah sejak
lama dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif
pakan ikan. Harga jual yang relatif tinggi, membuat
bisnis cacing sutra cukup banyak dilirik orang.
Namun sayangnya, tidak banyak orang yang
memahami teknis pembudidayaan cacing sutra ini.
Berikut tahapan kerja yang harus dilakukan dalam
pembudidayaan cacing sutra:
.Lahan uji coba berupa kolam tanah berukuran 8 x
1,5 m dengan kedalaman 30 cm.
.Dasar kolam uji coba ini hanya diisi dengan sedikit
lumpur.
Apabila matahari cukup terik, jemur kolam minimum
sehari. Bersamaan dengan itu, kolamdibersihkan dari
rumput atau hewan lain yang berpotensi menjadi
hama bagi cacing sutra, seperti keong mas atau
kijing.
.Pipa Air Keluar (Pipa Pengeluaran/Outlet)dicek
kekuatannya dan pastikan berfungsi dengan baik.Pipa
Pengeluaran ini sebaiknya terbuat dari bahan paralon
berdiameter 2 inci dengan panjangsekitar 15 cm.
.Usai pengeringan dan penjemuran, usahakan
kondisi dasar kolam bebas dari bebatuan danbenda-
benda keras lainnya. Hendaknya konstruksi tanah
dasar kolam relatif datar atau tidak bergelombang.
.Dasar kolam diisi dengan lumpur halus yang
berasal dari saluran atau kolam yang dianggapbanyak
mengandung bahan organik hingga ketebalan dasar
lumpur mencapai 10 cm.
.Tanah dasar yang sudah ditambahi lumpur
diratakan, sehingga benar-benar terlihat rata
dantidak terdapat lumpur yang keras.
.Untuk memastikannya, gunakan aliran air sebagai
pengukur kedataran permukaan lumpur
tersebut. Jika kondisinya benar-benar rata, berarti
kedalaman air akan terlihat sama di semuabagian.
.Masukkan kotoran ayam kering sebanyak tiga
karung ukuran kemasan pakan ikan, kemudiansebar
secara merata dan selanjutnya bisa diaduk-aduk
dengan kaki.
.Setelah dianggap datar, genangi kolam tersebut
hingga kedalaman air maksimum 5 cm, sesuaipanjang
pipa pembuangan.
.Pasang atap peneduh untuk mencegah tumbuhnya
lumut di kolam.
.Kolam yang sudah tergenang air tersebut dibiarkan
selama satu minggu agar gas yang dihasilkan dari
kotoran ayam hilang. Cirinya, media sudah tidak
beraroma busuk lagi.
.Tebarkan 0,5 liter gumpalan cacing sutra dengan
cara menyiramnya terlebih dahulu di dalambaskom
agar gumpalannya buyar.
.Cacing sutra yang sudah terurai ini kemudian
ditebarkan di kolam budi daya ke seluruhpermukaan
kolam secara merata.
.Seterusnya atur aliran air dengan pipa paralon
berukuran 2/3 inci.
7. Makanan Cacing Sutra
Karena cacing sutra termasuk makhluk hidup,
tentunya cacing sutra tersebut juga butuh makan.
Makanannya adalah bahan organik yang bercampur
dengan lumpur atau sedimen di dasar perairan. Cara
makan cacing sutra adalah dengan cara menelan
makanan bersama sedimennya dan karena cacing
sutra mempunyai mekanisme yang dapat
memisahkan sedimen dan makanan yang mereka
butuhkan. Jadi kita juga harus menyediakan
makanannya tersebut.
8. Panen
Panen cacing sutera dilakukan setelah budidaya
berlangsung beberapa minggu dan berturut-turut bisa
dipanen setiap dua minggusekali. Cara pemanenan
cacing suteradengan menggunakan serokhalus/
lembut.
Cacing sutera yang didapat dan masih bercampur
dengan media budidaya dimasukkan kedalam ember
atau bak yang diisi air, kira –kira 1 cm diatas media
budidaya agar cacing rambut naik ke permukaan
media budidaya. Ember ditutup hingga bagian dalam
menjadi gelap dan dibiarkan selama enam jam.
Setelah enam jam, cacing rambut yang
menggerombol diatas media diambil dengan tangan.
Dengan cara ini didapat cacing sutera sebanyak 30 –
50 gram/m2 per dua minggu.Untuk mendapatkan cacing rambut yang cukup dan berkesinambungan, panjang parit perlu dirancang sesuai dengan keperluan setiap harinya.
Nah mungkin cukup disini dulu teknik budidaya cacing sutra ini,semoga artikel ini bisa bermanfaat buat anda semua,salam blogger.







0 komentar:
Posting Komentar